Senin, 24 Desember 2018

Kepribadian yang Sehat



By: Arief Rahman (151301107)

Haii teman teman
Berikut file powerpoint mengenai kepribadian yang sehat menurut beberapa ahli, semoga bisa bermanfaat!:)


DAFTAR PUSTAKA
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: KANISIUS.

Sabtu, 22 Desember 2018

Bahaya Bagi Para Pecandu Game

Hayoo teman-teman disini siapa ya yang kecanduan bermain game? 
Siapa yang sering dimarahi mamanya atau pacarnya karena keseringan main game?
Nah mulai sekarang dicoba ya untuk di kurangi hobinya dalam keseringan bermain game, karena akan membahayakan otak...

Banyak efek samping dari keseringan main game, salah satunya adalah sulitnya dalam pengambilan keputusan. Kemudian, para pecandu game juga sering terganggu dalam dunia sosialnya, sekolahnya, perkejaannya, dsb.

Ketika kita bermain game, otak kita akan merespon dalam menghasilkan hormon dopamine. Hormon dopamine adalah hormon yang timbul ketika kita merasakan senang, dan hal ini bukan hanya sekedar main game, tetapi seperti melakukan hobi yang kita suka, jatuh cinta, mengkonsumsi narkoba, dan menonton film porno. Hormon dopamine ini akan membuat kita ingin terus menerus melakukan aktivitas menyenangkan itu.

Bermain game adalah sebuah kesenangan bagi banyak orang, dan hal itu tidak dilarang. Tetapi bermain game juga harus ada batasannya, dan jangan sampai menimbulkan banyak efek samping yang merugikan diri sendiri, dan bahkan orang lain...

Berikut penjelasan bagaimana bahayanya kerusakan otak bagi para pecandu bermain game, semoga bermanfaat!:)


Apa itu Anxiety Disorder?


Haloo teman-teman
Aku balik lagi nih, pasti pada kecarian ya? hehe pede amat yaak. Tapi belakangan ini memang lagi sibuk ngurus Skripsi, kerjain tugas-tugas kampus sebelum liburan tahun baru, yeyy! daaann semuanya alhamdulillah sudah selesai (tapi Skripsi belum huhu).
Teman-teman gimana kabarnya? Semoga selalu baik yaa..

Nah mulai saja ya..

Teman-teman tau gak sih istilah anxiety disorder? Walaupun bukan dari status pendidikan di psikologi, pasti sudah pada tau dari namanya saja, anxiety, yaitu kecemasan.

Ada apa dengan kecemasan? mengapa saya tertarik untuk membahas ini? nah jadi, dalam hidup pasti tidak pernah luput dari yang namanya cemas. Sebagai manusia, ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki akal sehat, pasti pernah merasakan yang namanya cemas. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak-anak juga dapat mengalami yang namanya cemas.

Yuk kita bahas apa sih itu anxiety disorder biar teman-teman yang baca Blog ini bisa lebih mendapat wawasan tentang topik ini, walaupun saya tidak membahas secara detail, tapi mudah-mudahan bermanfaat!:)

ANXIETY DISORDER (GANGGUAN KECEMASAN)
Gangguan ini ditunjukkan dengan adanya karakteristik-karakteristik dari ketakutan dan kecemasan yang berlebihan dan gangguan lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut. Ketakutan adalah respon emosional terhadap ancaman yang sudah nampak dengan jelas atau nyata sedangkan kecemasan adalah antisipasi terhadap ancaman yang akan datang di masa depan. Perbedaan antara ketakutan dan kecemasan adalah, ketakutan berasosiasi dengan adanya rangsangan autonomic yang dibutuhkan untuk menghadapi atau menjauhi bahaya, memikirkan bahaya yang tiba, dan adanya perilaku untuk  melarikan diri dari bahaya tersebut. Sedangkan kecemasan berasosiasi dengan ketegangan otot, rasa was-was, dan perilaku menghindari dari bahaya atau ancaman.
Individu-individu yang mengalami gangguan kecemasan ini biasanya akan menjadi sangat berlebihan dalam melihat suatu bahaya dari situasi yang mereka takuti atau cemaskan. Kecemasan dan ketakutan ini biasanya berkembang pada masa kanak-kanak dan akan tetap bertahan jika tidak ditangani dengan baik. Pada umumnya wanita yang lebih banyak mengalami gangguan ini daripada laki-laki. Namun pada anak-anak laki-laki dan perempuan memiliki kemungkinan yang sama. Jika gangguan kecemasan ini muncul karena obat-obatan atau bukan karena jenis gangguan lainnya seperti cemas karena agoraphobia maka ini tidak dapat dikatakan sebagai gangguan kecemasan.

KRITERIA DIAGNOSTIK
A.   Gangguan ini terjadi jika individu khawatir akan terpisah dari orang yang dekat dengannya, ia harus memenuhi tiga dari beberapa diagnosa berikut:
      1. Distress yang berlebihan saat mencegah atau mengalami perpisahan dengan rumah atau orang yang sangat dekat dengannya.
      2. Rasa khawatir yang menetap dan berlebihan jika orang yang dekat dengannya meninggal atau terluka.
      3. Khawatir di culik orang, tersesat, sakit atau hal-hal lain yang dapat menyebabkan ia terpisah dari orang yang dekat dengannya.
      4. Rasa tidak ingin untuk pergi keluar atau pergi dari rumah bahkan untuk sekolah dan bekerja.
      5. Tidak ingin sendirian atau tanpa kehadiran orang yang dekat dengannya baik di rumah maupun tempat lain.
      6. Tidak ingin tidur jika jauh dari sosok orang yang dekat dengannya.
      7. Sering mimpi buruk dengan cerita yang berkaitan dengan perpisahan dengan orang yang dekat dengannya.
      8. Sering mengalami gangguan-gangguan fisik (muntah, sakit kepala, sakit perut) saat berjauhan dari orang yang dekat dengannya atau saat mengantisipasi perpisahan orang yang dekat dengannya.
B.  Gangguan ini berlangsung selama 4 minggu pada anak-anak dan remaja sedangkan pada orang dewasa 6 bulan atau lebih.
C.   Gangguannya juga menyebabkan gangguan-gangguang distress yang signifikan  secara klinis, atau adanya ketidakseimbangan sosial, akademik, pekerjaan, atau area fungsional lainnya.
D.   Gangguan-gangguannya bukan karena gangguan-gangguan yang disebabkan oleh gangguan lain seperti agoraphobia, autism spectrum disorder, dan lain-lain.

PERKEMBANGAN PADA ANXIETY DISORDER
Pada anak-anak
Anxiety disorder ini dapat terjadi sejak umur pra sekolah atau juga dapat muncul kapan pun pada masa kanak-kanak. Berbeda umur maka berbeda pula manifestasi dari gangguan ini. Misalnya, anak-anak ada yang tidak akan mengalami kekhawatiran mengenai kehilangan orang yang dekat dengannya sampai mereka benar-benar mengalaminya. Semakin meningkatnya umur maka ia akan mulai khawatir seperti takut diculik ataupun kekhawatiran yang tidak menentu jikalau mereka nantinya tidak bisa bertemu lagi dengan orang yang dekat dengannya.
Pada orang dewasa
Pada orang dewasa, mereka tidak mengingat pengalam awal mereka pada saat masih anak-anak saat gangguan ini muncul, hanya beberapa yang dapat mengingatnya. Kemampuan orang dewasa yang mengalami gangguan ini akan menjadi terbatas untuk bertahan dalam setiap perubahan tekanan seperti misalnya pindah ataupun menjalin kehidupan berkeluarga. Mereka menjadi teramat khawatir terhadap anak-anak dan pasangannya dan akan menjadi tidak nyaman jika berpisah dengan keduanya. Pekerjaan mereka juga akan terganggu karena mereka sibuk menanyai keberadaan anak ataupun pasangannya.

RESIKO
Gangguan ini menjadi lebih berisiko untuk bunuh diri jika ia bergabung dengan penggunaan obat-obatan terlarang dan adanya mood disorder.


DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 5thEdUnited State of America: Edwards Brothers Malloy.

Senin, 17 Desember 2018

Overthinking? Hati-hati pada Stres yang Berujung pada Depresi


Hai teman-teman
Apa kabar semuanya? Baik dong pasti ya? Semoga semua dalam keadaan sehat, dan jika ada yang lagi sakit saat membaca tulisan saya ini, semoga cepat sembuh yaaaa! :)
Sebelumnya, perkenalkan, saya Arief Rahman. Panggil saja saya Arif. Saat ini saya masih berstatus menjadi mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang dengan skripsi tercinta, hehehe doakan cepat selesai guyss..


Btw ini posting pertama saya ada Blog ini, semoga bermanfaat yaa:)

Nahh teman-teman disini siapa sih yang menganggap dirinya menjadi orang yang overthinker? Banyak pasti dong? Yang setiap saat selalu memikirkan sesuatu hal sekecil apapun, dan kadang-kadang membuat mood berubah menjadi buruk seketika. Tapi orang-orang yang overthinker tidak bisa dikaitkan dengan introvert tau extrovert ya...

Saya termasuk orang overthinker, saya selalu memikirkan hal sekecil apapun, yang akhirnya mengganggu mood. Apalagi kalau sudah malam, sudah terbaring di kasur, wahh saat-saat seperti ini lah yang menjadi momen tepat bagi otak saya untuk berfikir tentang apapun itu. Pernah sih saya berusaha keras menjadi orang yang "bodo amat", menjadi orang yang tidak perdulian, tapi ternyata saya gagal. Otak saya selalu memaksa saya untuk selalu berfikir keras tentang sesuatu hal, melihat masalah sampai sedetail detailnya, yang membuat kadang saya menjadi orang yang pendiam karena berfikir tentang banyak hal. Saya sering berfikir, overthinking ruins me, it just makes everything worse than it actually is, tapi tetap saja, saya tetap menjadi orang yang overthinker.

Apakah teman-teman mengalami hal yang sama dengan saya?
Mulai sekarang, berhati-hati lah guys, mulai kurang-kurangin tu overthinking yang terlalu berlebihan, Karena akan merusak anda, akan membuat anda stres, membuat semua pekerjaan anda terbengkalai, dan stres yang berkepanjangan akan berujung pada depresi. Menurut Lumongga (2009), depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat yang berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi. Serem kan guys? nah mari kita bahas mengenai stres, manatau bisa menjadi informasi yang berguna bagi kalian-kalian yang ingin tau apasih itu stres? tahapan-tahapannya bagaimana sih sehingga kita bisa menjadi stres?


STRES
Menurut Handoko (1997), stres adalah suatu kondisi dimana ketegangan yang telah mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang. Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan sekitarnya. Dalam peristiwa stress sekurang-kurangnya ada tiga hal yang saling terkait, yaitu hal, peristiwa, orang dan keadaan yang menjadi sumber stress (stressor), orang yang mengalami stres itu sendiri (the stressed), dan hubungan antara orang yang mengalami stress dengan hal yang menjadi penyebab stres (transaction)beserta segala yang tersangkut olehnya.


TAHAPAN STRES
Selye (dalam Sarafino, 1994) mempelajari akibat yang diperoleh bila stresor terus menerus muncul. Ia kemudian mengemukakan istilah General Adaptation Syndrome (GAS) yang terdiri dari rangkaian tahapan reaksi fisiologis terhadap stresor:
Alarm Reaction
Tahapan pertama ini mirip dengan fight-or-flight response. Pada tahap ini arousal yang terjadi pada tubuh organisme berada di bawah normal yang untuk selanjutnya meningkat diatas normal. Pada akhir tahapan ini, tubuh melindungi organisme terhadap stresor. Tapi tubuh tidak dapat mempertahankan intesitas arousal dari alarm reaction dalam waktu yang sangat lama.
Stage of Resistance

Arousal masih tinggi, tubuh masih terus bertahan untuk melawan dan beradaptasi dengan stresor. Respon fisiologis menurun, tetapi masih tetap lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal.
Stage of Exshaustion

Respon fisiologis masih terus berlangsung. Hal ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menguras energi tubuh. Sehingga terjadi kelelahan pada tubuh. Stresor yang terus terjadi akan mengakibatkan penyakit dan kerusakan fisiologis dan dapat menyebabkan kematian.


SUMBER TIMBULNYA STRES
Ada beberapa jenis-jenis sumber timbulnya stres menurut Rice (1992) yaitu:
Tekanan (pressures)
Tekanan terjadi karena adanya suatu tuntutan untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu maupun tuntutan tingkah laku tertentu. Secara umum tekanan mendorong individu untuk meningkatkan performa, mengintensifkan usaha atau mengubah sasaran tingkah laku. Tekanan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki bentuk yang berbeda-beda pada setiap individu. Tekanan dalam beberapa kasus tertentu dapat menghabiskan sumber-sumber daya yang dimiliki dalam proses pencapaian sasarannya, bahkan bila berlebihan dapat mengarah pada perilaku maladaptive. Tekanan dapat berasal dari sumber internal atau eksternal atau kombinasi dari keduanya. Tekanan internal misalnya adalah sistem nilai, self esteem, konsep diri dan komitmen personal. Tekanan eksternal misalnya berupa tekanan waktu atau peran yang harus dijalani seseorang, atau juga dapat berupa kompetisi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat antara lain dalam pekerjaan, sekolah dan mendapatkan pasangan hidup.
Frustasi

Frustrasi dapat terjadi apabila usaha individu untuk mencapai sasaran tertentu mendapat hambatan atau hilangnya kesempatan dalam mendapatkan hasil yang diinginkan. Frustrasi juga dapat diartikan sebagai efek psikologis terhadap situasi yang mengancam, seperti misalnya timbul reaksi marah, penolakan maupun depresi.
Konflik

Konflik terjadi ketika individu berada dalam tekanan dan merespon langsung terhadap dua atau lebih dorongan, juga munculnya dua kebutuhan maupun motif yang berbeda dalam waktu bersamaan. Ada 3 jenis konflik yaitu :
Approach-approach conflict, terjadi apabila individu harus memilih satu diantara dua alternatif yang sama-sama disukai, misalnya saja seseorang yang sulit menentukan keputusan diantara dua pilihan karir yang sama-sama diinginkan. Stres muncul akibat hilangnya kesempatan untuk menikmati alternatif yang tidak diambil. Jenis konflik ini biasanya sangat mudah dan cepat diselesaikan.

Avoidance-avoidance conflict, terjadi bila individu diharapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak disenangi, misalnya wanita muda yang hamil diluar nikah, di satu sisi ia tidak ingin aborsi tapi disisi lain ia belum mampu secara mental dan finansial untuk membesarkan anaknya nanti. Konflik jenis ini lebih sulit diputuskan dan memerlukan lebih banyak tenaga dan waktu untuk menyelesaikannya karena masing-masing alternatif memiliki konsekuensi yang tidak menyenangkan.
Approach-avoidance conflict, adalah situasi di mana individu merasa tertarik sekaligus tidak menyukai atau ingin menghindar dari seseorang atau suatu objek yang sama, misalnya seseorang yang berniat berhenti merokok, karena khawatir merusak kesehatannya tetapi ia tidak dapat membayangkan sisa hidupnya kelak tanpa rokok.Nahh teman-teman sudah tau kan segala informasi tentan stres? ternyata sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja kan? Mulai sekarang, teman-teman harus mulai mencoba untuk mengontrol diri, jangan terlalu terbawa akan fikiran. Jalani saja, jangan lupa selalu berdoa, dan lakukan yang terbaik. Tidak salah kok mengambil waktu sejenak di harı libur untuk liburan ke pantai atar ke gunung-gunung, sesuai dari teman-teman inginkan untuk menyegarkan kepenatan pikiran yang selama ini menyelimuti hehehe.. 


DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T. H. (1997). Manajemen dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Liberty.
Lumongga, N. (2009). Depresi Tinjauan Psikologis. Jakarta: Prenada Media Group.
Sarafino, E. P. (1994). Health Psychology. 2nd ed. New York : John Wiley and Sons.
Rice, Philip L. (1992). Stress & Health. 2nd ed. California: Brooks/Cole Publishing Company.