Sabtu, 22 Desember 2018

Apa itu Anxiety Disorder?


Haloo teman-teman
Aku balik lagi nih, pasti pada kecarian ya? hehe pede amat yaak. Tapi belakangan ini memang lagi sibuk ngurus Skripsi, kerjain tugas-tugas kampus sebelum liburan tahun baru, yeyy! daaann semuanya alhamdulillah sudah selesai (tapi Skripsi belum huhu).
Teman-teman gimana kabarnya? Semoga selalu baik yaa..

Nah mulai saja ya..

Teman-teman tau gak sih istilah anxiety disorder? Walaupun bukan dari status pendidikan di psikologi, pasti sudah pada tau dari namanya saja, anxiety, yaitu kecemasan.

Ada apa dengan kecemasan? mengapa saya tertarik untuk membahas ini? nah jadi, dalam hidup pasti tidak pernah luput dari yang namanya cemas. Sebagai manusia, ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki akal sehat, pasti pernah merasakan yang namanya cemas. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak-anak juga dapat mengalami yang namanya cemas.

Yuk kita bahas apa sih itu anxiety disorder biar teman-teman yang baca Blog ini bisa lebih mendapat wawasan tentang topik ini, walaupun saya tidak membahas secara detail, tapi mudah-mudahan bermanfaat!:)

ANXIETY DISORDER (GANGGUAN KECEMASAN)
Gangguan ini ditunjukkan dengan adanya karakteristik-karakteristik dari ketakutan dan kecemasan yang berlebihan dan gangguan lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut. Ketakutan adalah respon emosional terhadap ancaman yang sudah nampak dengan jelas atau nyata sedangkan kecemasan adalah antisipasi terhadap ancaman yang akan datang di masa depan. Perbedaan antara ketakutan dan kecemasan adalah, ketakutan berasosiasi dengan adanya rangsangan autonomic yang dibutuhkan untuk menghadapi atau menjauhi bahaya, memikirkan bahaya yang tiba, dan adanya perilaku untuk  melarikan diri dari bahaya tersebut. Sedangkan kecemasan berasosiasi dengan ketegangan otot, rasa was-was, dan perilaku menghindari dari bahaya atau ancaman.
Individu-individu yang mengalami gangguan kecemasan ini biasanya akan menjadi sangat berlebihan dalam melihat suatu bahaya dari situasi yang mereka takuti atau cemaskan. Kecemasan dan ketakutan ini biasanya berkembang pada masa kanak-kanak dan akan tetap bertahan jika tidak ditangani dengan baik. Pada umumnya wanita yang lebih banyak mengalami gangguan ini daripada laki-laki. Namun pada anak-anak laki-laki dan perempuan memiliki kemungkinan yang sama. Jika gangguan kecemasan ini muncul karena obat-obatan atau bukan karena jenis gangguan lainnya seperti cemas karena agoraphobia maka ini tidak dapat dikatakan sebagai gangguan kecemasan.

KRITERIA DIAGNOSTIK
A.   Gangguan ini terjadi jika individu khawatir akan terpisah dari orang yang dekat dengannya, ia harus memenuhi tiga dari beberapa diagnosa berikut:
      1. Distress yang berlebihan saat mencegah atau mengalami perpisahan dengan rumah atau orang yang sangat dekat dengannya.
      2. Rasa khawatir yang menetap dan berlebihan jika orang yang dekat dengannya meninggal atau terluka.
      3. Khawatir di culik orang, tersesat, sakit atau hal-hal lain yang dapat menyebabkan ia terpisah dari orang yang dekat dengannya.
      4. Rasa tidak ingin untuk pergi keluar atau pergi dari rumah bahkan untuk sekolah dan bekerja.
      5. Tidak ingin sendirian atau tanpa kehadiran orang yang dekat dengannya baik di rumah maupun tempat lain.
      6. Tidak ingin tidur jika jauh dari sosok orang yang dekat dengannya.
      7. Sering mimpi buruk dengan cerita yang berkaitan dengan perpisahan dengan orang yang dekat dengannya.
      8. Sering mengalami gangguan-gangguan fisik (muntah, sakit kepala, sakit perut) saat berjauhan dari orang yang dekat dengannya atau saat mengantisipasi perpisahan orang yang dekat dengannya.
B.  Gangguan ini berlangsung selama 4 minggu pada anak-anak dan remaja sedangkan pada orang dewasa 6 bulan atau lebih.
C.   Gangguannya juga menyebabkan gangguan-gangguang distress yang signifikan  secara klinis, atau adanya ketidakseimbangan sosial, akademik, pekerjaan, atau area fungsional lainnya.
D.   Gangguan-gangguannya bukan karena gangguan-gangguan yang disebabkan oleh gangguan lain seperti agoraphobia, autism spectrum disorder, dan lain-lain.

PERKEMBANGAN PADA ANXIETY DISORDER
Pada anak-anak
Anxiety disorder ini dapat terjadi sejak umur pra sekolah atau juga dapat muncul kapan pun pada masa kanak-kanak. Berbeda umur maka berbeda pula manifestasi dari gangguan ini. Misalnya, anak-anak ada yang tidak akan mengalami kekhawatiran mengenai kehilangan orang yang dekat dengannya sampai mereka benar-benar mengalaminya. Semakin meningkatnya umur maka ia akan mulai khawatir seperti takut diculik ataupun kekhawatiran yang tidak menentu jikalau mereka nantinya tidak bisa bertemu lagi dengan orang yang dekat dengannya.
Pada orang dewasa
Pada orang dewasa, mereka tidak mengingat pengalam awal mereka pada saat masih anak-anak saat gangguan ini muncul, hanya beberapa yang dapat mengingatnya. Kemampuan orang dewasa yang mengalami gangguan ini akan menjadi terbatas untuk bertahan dalam setiap perubahan tekanan seperti misalnya pindah ataupun menjalin kehidupan berkeluarga. Mereka menjadi teramat khawatir terhadap anak-anak dan pasangannya dan akan menjadi tidak nyaman jika berpisah dengan keduanya. Pekerjaan mereka juga akan terganggu karena mereka sibuk menanyai keberadaan anak ataupun pasangannya.

RESIKO
Gangguan ini menjadi lebih berisiko untuk bunuh diri jika ia bergabung dengan penggunaan obat-obatan terlarang dan adanya mood disorder.


DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 5thEdUnited State of America: Edwards Brothers Malloy.

12 komentar:

Notable Contempo mengatakan...

tulisannya sangat mengedukasi!

M. Arif Yuranda mengatakan...

Makasih mimin

Fara Dila mengatakan...

Makasih banyak infonya min

Amalia Rizki Sitorus mengatakan...

Jadi banyk infoneh

Unknown mengatakan...

Wah ..ditunggu min postingan selajutnya tntg disorder lainnya, biar byk org yg teredukasi terutama mengenai kriteria diagnostik setiap gangguan..

DesitaKh mengatakan...

Ditunggu postingan lainnya ya,
Sangat mengedukasi πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

Unknown mengatakan...

Bermanfaat sekali

Inten Rizki Putri mengatakan...

Menarik nihπŸ‘ disertai sumber terpercaya lagiiπŸ‘πŸ‘

Bahrian mengatakan...

Artikelnya menarik sekali minπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»
Jangan keasikan liburan min, ingat skripsinyaπŸ˜‚

Syafrida Pamela Insani Hasibuan mengatakan...

Min.. semangat skripsian yaa

Gursweet Kaur mengatakan...

Menambah info nihh, keren

Difna Aisyah Karim mengatakan...

terimakasih arif, bisa nambah referensi terkait kecemasan

Posting Komentar